Selasa, 28 April 2015

Sadness and Sorrow

Jadi gini, 3 hari terakhir saya nonton film berturut-turut yaitu : ano hana, taiyou no uta, dan hari ini koizora. Kesimpulannya, resep untuk bikin film sedih itu gampang. Bikin karakter yang dicintainya hilang dan meninggalkannya untuk selamanya~ tapi ada juga sih yang ga sampai meninggal. Ada juga yang kena penyakit apa itu Alzheimer gitu yang bikin lupa gitu. A moment to remember. Nah itu judul filmnya. Ya pokoknya umumnya karakternya wafat gegara penyakit gitu deh. Sad ending deh udah.

Nah dari situ ada mungkin untuk didiskusikan. Diantaranya, menghadapi kenyataan seperti itu bisakah engkau tetap menjalani hidup? Kek si mika yang di koizora kan dia hampir bunuh diri itu. Si jintan di ano hana membusuk di rumah. Temennya yang lain bisa melanjutkan hidup tapi penuh dengan kebohongan. Mereka tetap tidak bisa lepas dari bayang bayang kematian menma. Alhasil mereka hanya lari dari kenyataan.

ditinggal oleh orang yang sangat dikasihi tentu berat. Tapi jika kita hanya bisa menangis dan meratapinya apa itu benar? Apa itu yang diinginkan oleh ia yang meninggalkan kita? Nah disitulah poin nya. Kita harus tetap melanjutkan hidup dan senyum bahagia. Kenapa? Karena kita hidup untuk bagian nya pula. Kita mewarisi apa yang ia tinggalkan. Jangan sampai menyianyiakan ia yang telah pergi meninggalkan kita. Dia yang telah pergi pasti ingin melihat kita tetap bahagia tanpanya. Maka tidak ada alasan untuk terus bersedih dan meratapi hidup.

Berkaitan dengan itu, mari kita lihat tindakan hiro pada mika di kala ia didiagnosis menderita kanker. Apa yang ia lakukan? Yap, meninggalkan mika bahkan sebelum ia wafat. Dan juga dengan cara yang mungkin menurut sebagian anda kejam dan tidak gentle. Tapi apa itu salah? Sekilas terlihat iya. Tapi kan niat hiro itu baik lho. Agar mempersiapkan mika bisa hidup tanpanya. Agar mika tidak sedih kehilangan hiro dengan kepergiannya. Beda lah antara diputusin sama ditinggal wafat. Buktinya selepas dari hiro, mika bisa menjalin hubungan dengan yu. Andai saja nozomu ga cerita ke mika kalo hiro kena kanker pasti niatan baik hiro sukses. Ya pokoknya selama mika ga tau kenyataan nya pasti sukses deh. Mika bakal hidup bahagia bersama pasangannya. Dan hiro bisa bahagia untuk melihat mika bahagia bisa hidup tanpanya dan menjalani kehidupan bersama orang lain. Masih bilang hiro ga gentle?

Tapi pada akhirnya kan ketauan juga kenyataan hiro. In the end mika ngerawat dia, menjalani hari hari terakhirnya bersama hiro. Salah satu cara lain untuk membahagiakan hiro. Dan juga membahagiakan mika. Meski pada akhirnya mika bakal sedih teramat sedih. Hiro bakalan senang bahwa waktu terakhirnya ia habiskan bersama orang yang ia cintai. Membuat kenangan terakhir yang terindah sebelum pergi meninggalkannya. Happy ending bukan? Ya bagi hiro. Tapi mika? Siapapun itu saya percaya dengan jalan hidup seperti itu mustahil dia bisa jatuh cinta lagi. Or at least tidak seperti saat bersamanya. Dia akan tetap abadi menjadi cinta sejatinya takkan tergantikan. Dan benar kan pada akhirnya mika ngga punya pasangan lagi? Dia sendiri mengikrarkan bahwa hiro is the one and only for her.

Sedih kan? Ya, akan terasa sedih karena kau akan membayangkannya terjadi pada kehidupanmu bersama orang yang kau cintai sekarang. Ya, akan terasa sedih karena kau pernah mengalami rasanya ditinggalkan. Ya, akan terasa sedih karena kau sama sekali tidak punya seseorang untuk dicintai *eh ada jomblo malah curhat! Hush shuh!*

Ngomongin jomblo, mungkin dia bakal sedih ya jika kisah cinta nya nanti akan seperti itu? Hingga pada akhirnya takut akan cinta. Maka dia berpikir daripada nanti juga pada akhirnya dia takkan bisa mencintai alangkah lebih baik ia tidak jatuh cinta sama sekali dari awal. It’s a big no. jangan pernah takut untuk mencintai. Takkan ada cinta yang berakhir sia-sia jika itu tulus. Love is pure. Dia ga Cuma memberimu rasa sakit kok. Tapi lihatlah seberapa besar kadar kebahagiaanmu saat merasakannya. Kukira rasa sakit itu menjadi tidak penting dengan segala kebahagiaan yang engkau rasakan berkat nya J

Jadi, cintailah siapapun itu yang kau cintai. Siapapun itu yang bersamamu sekarang. Cintailah ia sepenuh hati. Hargailah setiap waktu yang engkau habiskan bersamanya. Hargailah setiap titik kehidupan yang kau catat bersamanya. Karena cinta takkan pernah mengkhianatimu J


Ti Amo